Bandung, Sabtu, 3 Januari 2009
KECERDASAN DI KELAS VS KEAKTIFAN DI ORGANISASI
Oleh : Joko Setiawan
(Alumni GP 2007)
Apakah tujuannya kita bersekolah? Tentu saja untuk menjadikan kita pintar. Seseorang diharapkan menjadi cerdas di kelas dan menjadi kebanggaan semua orang. Saya sangat setuju dengan pandapat ini, namun yang perlu diingat, kecerdasan di kelas(mengerjakan soal-soal latihan) tidaklah menjamin seseorang itu bisa diterima di masyarakat. Apalagi kecenderungan anak yang cerdas dalam hal mata pelejaran itu adalah anak yang pendiam serta tidak terlalu memperdulikan lingkungan sekitar. Seharusnya seorang anak yang cerdas di kelas juga harus aktif di sebuah organisasi. Tujuannya apa? Tentu saja agar mereka bisa lebih terbiasa dalam bersosialisasi dengan teman-teman baru dan juga bisa mengembangkan serta melatih tanggung jawab dalam mengemban tugas di organisasi tersebut. Jadi idealnya kita itu harusnya tidak hanya cerdas di kelas namun juga harus aktif di organisasi.
Idealnya memang seperti itu, namun kebanyakan anak-anak yang cerdas itu kebanyakan lebih suka menyendiri, lebih asyik dengan kesenangannya sendiri, dan sebaliknya, anak-anak yang suka berorganisasi itu adalah mereka yang sangat malas untuk berfikir di kelas, mereka menganggap pelajaran di kelas itu tidak menyenangkan dan sangat membosankan.
Nah, sebagai generasi yang dituakan(golongan guru dan sejenisnya), seharusnya para guru ini memberikan motivasi yang logis dalam hal menyeimbangkan antara cerdas dan aktif. Menyadarkan kepada para siswanya keuntungan menjadi orang yang cerdas dan juga kepuasan ketika bisa bergabung dalam suatu organisasi, baik intra sekolah maupun luar sekolah. Namun yang perlu ditekankan di sini, siswa itu diberikan kebebasan dan keleluasaan yang selebar-lebarnya untuk mengmbangkan potensi mereka. Sebagai guru malah jangan memaksakan apa yang dipandang guru itu baik, karena hal ini belum tentu bisa cocok dengan kriteria siswanya. Kewajiban para guru hanya untuk mengarahkan dan membimbing mereka untuk mencapai kematangan dalam bertindak, bukan sebagai regulator.
Dengan adanya tulisan ini, saya berharap putera-puteri generasi penerus saya di SMK N 4 Bojonegoro bisa menjadi siswa yang teladan, teladan dalam prestasi, teladan dalam organisasi dan juga teladan dalam hal akhlak yang terpuji.
Tetap semangat..