Bandung, Jum’at 2 Januari 2009

SMKN 4 Bojonegoro dan Kesejahteraan Masyarakat

Oleh : Joko Setiawan

(Alumni Geologi Pertambangan 2007 SMKN 4 BJN)

Apakah tujuan didirikannya sekolah itu? Ya, sekolah dibangun adalah sebagai sarana untuk mencerdaskan masyarakat yang ada dalam ruang lingkup sekitarnya. Kebutuhan sekolah adalah sifatnya primer, ibarat rasa lapar jika tidak dipenuhi sekarang juga maka lama kelamaan akan menyebabkan kesakitan bahkan kematian. Begitu juga dengan pendidikan, utamanya sekolah adalah kebutuhan pokok yang apabila tidak segera dipenuhi hanya akan menyebabkan masyarakatnya bodoh, tertinggal dan akhirnya menimbulkan kemiskinan. Namun demikian, sekolah yang dibangun hanya dengan model mengembangkan pola pikir saja tidaklah cukup. Oleh karena itu disamping pengembangan kecerdasan otak, maka sangat perlu adanya suatu keterampilan khusus yang bisa menjadi bekal di kemudian hari. Agar siap dalam dunia kerja, pemerintah telah membuat model sekolah setingkat SMA pada jauh tahun sebelum hari ini. SMK, merupakan singkatan dari Sekolah Menengah Kejuruan. SMK-SMK di Indonesia memiliki jurusan yang amat beragam dan sangat banyak sekali jumlahnya, menjangkau daerah kota-kota besar bahkan hingga ke pelosok desa. Di Bojonegoro sendiri ada 4 SMK Negeri, yakni SMKN 1(SMEA) untuk jurusan Akuntansi dan Manajemen Perkantoran, SMKN 2, SMKN 3 dan juga SMKN 4 yang baru diresmikan pada tahun 2004 lalu. Nah, yang ingin saya bahas di sini adalah SMKN 4 Bojonegoro. SMK ini memiliki keunikan dalam penyelenggaraan jurusannya, yakni ada jurusan Teknik Las dan Fabrikasi, Akomodasi Perhotelan, dan juga Geologi Pertambangan, pada tahun berikutnya(2005) ditambah lagi adanya jurusan Tata Boga/Restoran dan pada tahun 2007 ditambah lagi satu program jurusan TI/Teknologi Informasi. Yang paling menonjol dan menjadi unggulan dalam sekolah kejuruan ini adalah jurusan Geologi Pertambangan. Jurusan ini dipersiapkan khusus untuk menjadi tenaga handal dan siap pakai untuk mengolah SDA di Bojonegoro itu sendiri khususnya masalah SDA minyak bumi yang amat besar di daerah Ngasem. Ini merupakan kesempatan yang besar bagi putera puteri daerah Bojonegoro sendiri karena mengingat SDA Indonesia yang begitu besar, namun SMK yang memiliki jurusan ini masih bisa dihitung dengan jari. Para siswa dari jurusan Geologi Pertambangan yang membawa nama besar SMKN 4 BJN ini secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat Bojonegoro itu sendiri. Kita sebut saja adanya penambangan Fosfat, Batu Gamping, Batu Onyx, Minyak Bumi dan bahkan penambangan pasir di daerah Bengawan Solo. Di sana siswa akan diajari mengenai cara penambangan, pengolahan bahan tambang, dan bahkan revitalisasi daerah tambang. Jadi siswa akan bisa menjadi tumpuan masyarakat yang awam untuk bisa memperjuangkan kesejahteraan masyarakat untuk berunding dengan investor, jadi masyarakat tidak dibodohi dan bahkan bisa mengembangkan penampangan berbasis masyarakat yang bisa untuk kesejahteraan bersama. Inilah masa depan Bojonegoro ditentukan oleh kecerasan, keterampilan dan pengamdian dari putera daerahnya sendiri.