Category: Artikel


BERAKHIRNYA SEBUAH KISAH

Bismillah

Kuucapkan syukur alhamdulillah, akhirnya permasalahan yang berlarut-larut itu sudah bisa terselesaikan pada malam ini, malam sejak pukul 23.30 WIB bukan waktu Jepang.

Ya, kalau dibilang sakit, saya berucap,”SANGAT SAKIT SEKALI”. Namun, saya menyadari perasaan itu tidak bisa dipaksakan sama sekali. Apa yang dia katakan dan ceritakan selama ini kepadaku memang tidak ada bohongnya sama sekali. Hanya saja pada saat kata yang “menyakitkan” itu, dia tidak berani berucap. Itu sudah tentu lah, dalam ilmu psikologi manapun yang pernah dipelajari manusia, mencintai seseorang yang lain ketika ada orang yang masih mencintainya adalah merupakan sebuah konflik bathin yang sangat luar biasa. Begitu pula dengan dirinya, aku bisa ikut merasakannya pula kok ;)

Alhamdulillah, aku bukanlah orang yang suka emosi ataupun yang suka mencari-cari permasalahan dan musuh, aku rasa itu tidak akan ada gunanya sama sekali.

Yang paling penting menurut aku, dalam membina suatu hubungan itu kunci satu-satunya adalah kejujuran. Kejujuran yang dapat diukur pastinya. Kemudian menjalaninya dengan sepenuh hati dan saling mempercayai. Sangat rawan jika ada salah satu yang mudah tidak percaya, yakin pasti akan ditemukan banyak sekali masalah dalam hubungan tersebut.

Semua kenangan yang pernah ada di dalam Blog ini, tidak akan pernah aku hapus. Semua itu menjadi kenangan yang mewarnai jalan hidupku. Allah yang telah mentakdirkannya kok, ini semua memang harus aku jalani, lalu kenapa aku harus menghapus salah satu kisah yang telah ditetapkan dalam kitab Lauh Mahfudz.

Hh… Dengan menulis ini, beban berat itu terasa terkurangi. Apalagi pikiranku harus diimbangi oleh janjiku yang telah aku ucapkan kepadanya yang ada di Jepang dan kepadanya yang ada di Cirebon.

PADA TANGGAL 19 OKTOBER 2009 PUKUL 23.00 WIB AKU MENDAPATKAN JAWABAN YANG CUKUP PANJANG DAN PADA PUKUL 23.55 WIB KISAH INI RESMI TELAH DITUTUP.

Owhh kisah Kenanganku, dirimu akan dapat aku baca sewaktu aku tua nanti. Pasti aku bisa tersenyum membaca kisahmu hari ini, tidak seperti sekarang yang dengan keadaan cukup menyedihkan dan hampir hembusan nafas tidak terdengar. Kekuatanku hanya satu, mengingat ALLAH MAHA BESAR ALLLHHHHHHHHUUUUUU AKBAARRRRRRRR

Ikutlah Bertakbir Bersamaku Kawan-kawan!!!!!!!!!

Ditulis di Warnet Biru Putih, Dago Pojok 00.31 WIB Bandung, Jawa Barat

Prodi Teknik Geologi mempelajari ilmu tentang bumi dengan berbagai aspeknya, termasuk di dalamnya adalah batuan, bentuk atau struktur dan hubungan antar batuan serta proses kejadiannya. Ilmu-ilmu yang dipelajari di Teknik Geologi bertujuan untuk memberikan teman-teman pengetahuan agar mampu menjelaskan keadaan alam dan proses yang terjadi di permukaan bumi dan dari dalam bumi. Disamping itu, setelah mendapatkan kuliah di program studi ini, teman-teman diharapkan dapat memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang ada, serta memberikan saran dalam bidang keteknikan, lingkungan dan bencana, yang berkaitan dengan kebumian.

Pada program studi Teknik Geologi, teman-teman akan mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan bumi sebagai obyek, dengan ruang lingkup yang luas, misalnya batuan dan mineral, minyak dan gas bumi, gunung api dan panas bumi, atau struktur bumi dan gempa bumi. Teknik Geologi menjadi penting untuk dipelajari terutama berkaitan dengan pemanfaatannya untuk kesejahteraan manusia terutama dalam pencarian sumberdaya energi seperti minyak dan gas bumi, batubara, panasbumi. Selain itu keilmuan Teknik Geologi juga berperan dalam pencarian sumberdaya alam yang lain, misalnya mineral ekonomis, emas, perak, tembaga atau bahan industri yang lain, dan juga sumberdaya yang penting bagi kehidupan yaitu air tanah.

View full article »

KECERDASAN VS KEAKTIFAN

Bandung, Sabtu, 3 Januari 2009
KECERDASAN DI KELAS VS KEAKTIFAN DI ORGANISASI
Oleh : Joko Setiawan
(Alumni GP 2007)
Apakah tujuannya kita bersekolah? Tentu saja untuk menjadikan kita pintar. Seseorang diharapkan menjadi cerdas di kelas dan menjadi kebanggaan semua orang. Saya sangat setuju dengan pandapat ini, namun yang perlu diingat, kecerdasan di kelas(mengerjakan soal-soal latihan) tidaklah menjamin seseorang itu bisa diterima di masyarakat. Apalagi kecenderungan anak yang cerdas dalam hal mata pelejaran itu adalah anak yang pendiam serta tidak terlalu memperdulikan lingkungan sekitar. Seharusnya seorang anak yang cerdas di kelas juga harus aktif di sebuah organisasi. Tujuannya apa? Tentu saja agar mereka bisa lebih terbiasa dalam bersosialisasi dengan teman-teman baru dan juga bisa mengembangkan serta melatih tanggung jawab dalam mengemban tugas di organisasi tersebut. Jadi idealnya kita itu harusnya tidak hanya cerdas di kelas namun juga harus aktif di organisasi.
Idealnya memang seperti itu, namun kebanyakan anak-anak yang cerdas itu kebanyakan lebih suka menyendiri, lebih asyik dengan kesenangannya sendiri, dan sebaliknya, anak-anak yang suka berorganisasi itu adalah mereka yang sangat malas untuk berfikir di kelas, mereka menganggap pelajaran di kelas itu tidak menyenangkan dan sangat membosankan.
Nah, sebagai generasi yang dituakan(golongan guru dan sejenisnya), seharusnya para guru ini memberikan motivasi yang logis dalam hal menyeimbangkan antara cerdas dan aktif. Menyadarkan kepada para siswanya keuntungan menjadi orang yang cerdas dan juga kepuasan ketika bisa bergabung dalam suatu organisasi, baik intra sekolah maupun luar sekolah. Namun yang perlu ditekankan di sini, siswa itu diberikan kebebasan dan keleluasaan yang selebar-lebarnya untuk mengmbangkan potensi mereka. Sebagai guru malah jangan memaksakan apa yang dipandang guru itu baik, karena hal ini belum tentu bisa cocok dengan kriteria siswanya. Kewajiban para guru hanya untuk mengarahkan dan membimbing mereka untuk mencapai kematangan dalam bertindak, bukan sebagai regulator.
Dengan adanya tulisan ini, saya berharap putera-puteri generasi penerus saya di SMK N 4 Bojonegoro bisa menjadi siswa yang teladan, teladan dalam prestasi, teladan dalam organisasi dan juga teladan dalam hal akhlak yang terpuji.
Tetap semangat..

Bandung, Jum’at 2 Januari 2009

SMKN 4 Bojonegoro dan Kesejahteraan Masyarakat

Oleh : Joko Setiawan

(Alumni Geologi Pertambangan 2007 SMKN 4 BJN)

Apakah tujuan didirikannya sekolah itu? Ya, sekolah dibangun adalah sebagai sarana untuk mencerdaskan masyarakat yang ada dalam ruang lingkup sekitarnya. Kebutuhan sekolah adalah sifatnya primer, ibarat rasa lapar jika tidak dipenuhi sekarang juga maka lama kelamaan akan menyebabkan kesakitan bahkan kematian. Begitu juga dengan pendidikan, utamanya sekolah adalah kebutuhan pokok yang apabila tidak segera dipenuhi hanya akan menyebabkan masyarakatnya bodoh, tertinggal dan akhirnya menimbulkan kemiskinan. Namun demikian, sekolah yang dibangun hanya dengan model mengembangkan pola pikir saja tidaklah cukup. Oleh karena itu disamping pengembangan kecerdasan otak, maka sangat perlu adanya suatu keterampilan khusus yang bisa menjadi bekal di kemudian hari. Agar siap dalam dunia kerja, pemerintah telah membuat model sekolah setingkat SMA pada jauh tahun sebelum hari ini. SMK, merupakan singkatan dari Sekolah Menengah Kejuruan. SMK-SMK di Indonesia memiliki jurusan yang amat beragam dan sangat banyak sekali jumlahnya, menjangkau daerah kota-kota besar bahkan hingga ke pelosok desa. Di Bojonegoro sendiri ada 4 SMK Negeri, yakni SMKN 1(SMEA) untuk jurusan Akuntansi dan Manajemen Perkantoran, SMKN 2, SMKN 3 dan juga SMKN 4 yang baru diresmikan pada tahun 2004 lalu. Nah, yang ingin saya bahas di sini adalah SMKN 4 Bojonegoro. SMK ini memiliki keunikan dalam penyelenggaraan jurusannya, yakni ada jurusan Teknik Las dan Fabrikasi, Akomodasi Perhotelan, dan juga Geologi Pertambangan, pada tahun berikutnya(2005) ditambah lagi adanya jurusan Tata Boga/Restoran dan pada tahun 2007 ditambah lagi satu program jurusan TI/Teknologi Informasi. Yang paling menonjol dan menjadi unggulan dalam sekolah kejuruan ini adalah jurusan Geologi Pertambangan. Jurusan ini dipersiapkan khusus untuk menjadi tenaga handal dan siap pakai untuk mengolah SDA di Bojonegoro itu sendiri khususnya masalah SDA minyak bumi yang amat besar di daerah Ngasem. Ini merupakan kesempatan yang besar bagi putera puteri daerah Bojonegoro sendiri karena mengingat SDA Indonesia yang begitu besar, namun SMK yang memiliki jurusan ini masih bisa dihitung dengan jari. Para siswa dari jurusan Geologi Pertambangan yang membawa nama besar SMKN 4 BJN ini secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat Bojonegoro itu sendiri. Kita sebut saja adanya penambangan Fosfat, Batu Gamping, Batu Onyx, Minyak Bumi dan bahkan penambangan pasir di daerah Bengawan Solo. Di sana siswa akan diajari mengenai cara penambangan, pengolahan bahan tambang, dan bahkan revitalisasi daerah tambang. Jadi siswa akan bisa menjadi tumpuan masyarakat yang awam untuk bisa memperjuangkan kesejahteraan masyarakat untuk berunding dengan investor, jadi masyarakat tidak dibodohi dan bahkan bisa mengembangkan penampangan berbasis masyarakat yang bisa untuk kesejahteraan bersama. Inilah masa depan Bojonegoro ditentukan oleh kecerasan, keterampilan dan pengamdian dari putera daerahnya sendiri.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.